Kokurikuler di SMP N 3 Pleret Tahun 2026

SMP N 3 Pleret terus berupaya mengembangkan potensi, kreativitas, karakter, dan keterampilan murid melalui berbagai kegiatan kokurikuler. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada murid agar tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui enam program kegiatan, yaitu Togayur, Tamanisasi, Jurnalistik, Cooking Class, serta pengelolaan sampah Organik dan Anorganik, murid diajak belajar secara aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan.

1. Togayur (Tanam dan Olah Sayur)

Kegiatan Togayur merupakan program pembelajaran yang mengajak murid mengenal dunia pertanian melalui aktivitas menanam dan merawat tanaman sayuran. Murid belajar mulai dari mengenal jenis tanaman, menyiapkan media tanam, menyemai benih, melakukan penyiraman, hingga merawat tanaman sampai siap dipanen dan diolah.

Kegiatan ini menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, kesabaran, serta kepedulian terhadap ketahanan pangan. Murid juga memperoleh pengalaman bahwa lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan menjadi tempat belajar yang produktif.

2. Tamanisasi Sekolah

Program tamanisasi merupakan kegiatan menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, asri, indah, dan nyaman. Melalui kegiatan ini, murid terlibat dalam menata taman, menanam bunga dan tanaman hias, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Tamanisasi tidak sekadar memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kesadaran ekologis. Murid diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.

3. Jurnalistik Sekolah

Kegiatan jurnalistik menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan teknologi informasi. Murid belajar mencari informasi, melakukan wawancara, menulis berita sederhana, mengambil foto, membuat ilustrasi, hingga mendesain tata letak majalah atau tabloid sekolah.

Melalui kegiatan ini, murid dilatih untuk menyampaikan informasi secara menarik, faktual, dan bertanggung jawab. Hasil karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi media publikasi berbagai kegiatan dan prestasi SMP N 3 Pleret.

4. Cooking Class

Cooking Class merupakan kegiatan pembelajaran keterampilan memasak yang memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam mengolah berbagai bahan makanan menjadi hidangan yang menarik dan sehat.

Murid belajar mengenal bahan pangan, menggunakan peralatan memasak dengan aman, memahami kebersihan makanan, mengikuti resep, serta bekerja sama dalam kelompok. Kegiatan ini juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan mengelola hasil olahan makanan.

5. Pengelolaan Sampah Organik

Melalui kegiatan pengelolaan sampah organik, murid diperkenalkan pada pentingnya mengolah sampah yang berasal dari sisa makanan, daun kering, dan bahan alami lainnya. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini mengajarkan murid untuk mengurangi sampah, memanfaatkan kembali bahan yang masih berguna, serta membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan. Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat, tetapi dapat menjadi sumber daya yang bernilai.

6. Pengelolaan Sampah Anorganik

Kegiatan pengelolaan sampah anorganik mengajak murid mengenali dan memilah sampah seperti plastik, botol bekas, kertas, dan kardus. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan untuk didaur ulang atau diolah menjadi berbagai produk kreatif.

Melalui kegiatan ini, murid belajar menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Selain membentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Membangun Karakter melalui Pembelajaran Nyata

Berbagai kegiatan kokurikuler di SMP N 3 Pleret menjadi wujud pembelajaran mendalam yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Murid tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba, mengalami, menciptakan, dan menghasilkan karya nyata.

Melalui program Togayur, Tamanisasi, Jurnalistik, Cooking Class, serta pengelolaan sampah organik dan anorganik, sekolah berupaya menumbuhkan karakter murid yang mandiri, kreatif, gotong royong, bernalar kritis, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *